Program Kesejahteraan Prabowo Dikritik Belum Semua Bidik Desil Miskin
- account_circle Robi
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Eisha M Rachbini/tangkapan layar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta- Direktur Program INDEF Eisha M. Rachbini mengkritisi ketidakjelasan sasaran dari sejumlah program dukungan kesejahteraan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan kemiskinan ekstrem 0 persen namun belum seluruhnya berbasis data desil kemiskinan.
“Bapak Presiden mengumumkan 29 program dukungan kesejahteraan, 18 di antaranya untuk pengentasan kemiskinan ke 0 persen… yang saya ingin tanyakan, pada program kesejahteraan yang untuk 0 persen kemiskinan itu tidak semuanya memiliki target desil,” ujar Eisha kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026, Kamis (3/9/2026).
Ia secara spesifik menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bersifat universal, sehingga berpotensi tidak efisien karena turut menyasar kelompok masyarakat mampu (desil 8-10). “Kita sadar bahwa MBG ini juga universal namanya. Jadi targetnya bukan spesifik kemiskinan,” katanya, sembari mempertanyakan apakah ke depan program afirmatif seperti subsidi KUR dan pupuk akan memiliki target desil yang jelas bagi petani.
Menanggapi hal ini, Purbaya mengaku masih menunggu validitas hasil pemutakhiran data kemiskinan (Data Sensus) dari Badan Pusat Statistik sebelum mengaitkan seluruh program bantuan dengan sistem desil, termasuk subsidi BBM dan listrik. “Saya akan tes dulu hasilnya seperti apa sih perbaikan atau penyempurnaan data sensus yang dilakukan oleh BPS… kalau emang jauh lebih bagus, kita akan berdasarkan data sen,” ujarnya.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar