DPR: Subsidi Energi Tembus Rp430 Triliun
- account_circle Robi
- calendar_month 8 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Sugeng Suparwoto/tangkapan layar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta- Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto mengungkap beban subsidi dan kompensasi energi fosil telah membengkak mendekati Rp430 triliun, menjadikan transisi ke energi terbarukan bukan lagi pilihan melainkan keharusan bagi keuangan negara.
“Kalau kita jumlahkan antara subsidi dan kompensasi di fossil fuel itu kurang lebih hampir mencapai 400-an, Rp430 triliun. Ini betapa besarnya,” ujar Sugeng dalam sesi keempat Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026, Kamis (3/9/2026).
Ia juga mengungkap produksi minyak nasional terus merosot akibat natural decline hingga 10 persen, dengan lifting minyak kini hanya 530 ribu barel per hari sementara impor BBM sudah mencapai 1,1 juta barel per hari. “Cadangan proven reserve Indonesia? Tinggal 2,4 miliar barel saja,” katanya, jauh di bawah Iran yang disebutnya mencapai 205 miliar barel.
Sugeng mengusulkan agar Indonesia memiliki dua entitas BUMN kelistrikan terpisah, satu mengurus kewajiban layanan publik (PSO), satu lagi khusus energi terbarukan dengan skema power wheeling atau sewa jaringan. “Seyogyanya Indonesia harus memiliki dua BUMN… Ada PLN 1 yang mengurusi tentang PSO… dan kedua adalah yang mengurusi renewable energy,” ujarnya, seraya mengkritik gagalnya RUU Energi Baru Terbarukan disahkan akibat perdebatan power wheeling.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar