News Feed
light_mode
Trending Tags

Memaknai JPS Gemilang Sebagai Program Berdampak Jangka Panjang

  • account_circle Idrus Jalmonadi
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2020
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Mataram – Industri minyak kayu putih, industri teh kelor, dan industri lainnya di NTB sedang tumbuh. Untuk tumbuh dengan baik, industri-industri ini membutuhkan dukungan. Ibarat anak yang sedang di masa pertumbuhan, ia membutuhkan asupan nutrisi yang cukup.

“Jika dibiarkan tanpa dukungan, bisa jadi pertumbuhannya akan terkendala. Hal itulah yang menjadi salah satu alasan di balik keputusan Pemprov NTB memasukkan komoditas-komoditas ini dalam paket bantuan JPS Gemilang,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, Minggu malam, 26 April 2020.

Najamuddin menjelaskan, tentu saja kebutuhan pangan dan kebutuhan akan minyak kayu putih dan industri lainnya tidak bisa dibandingkan secara langsung. Jika dilihat dari skala kebutuhan, pangan tetaplah berada di nomor satu.

“Karena tanpa makan, manusia akan mati. Tapi, sekali lagi, bantuan JPS Gemilang tidak semata-mata bertujuan untuk menyelesaikan kebutuhan pangan sesaat,” ujarnya.

Menurutnya, JPS Gemilang harus juga mendatangkan manfaat dalam jangka panjang. Yaitu, mendorong tumbuh-kembang industri-industri yang saat ini sedang bertunas di NTB.

Pada gilirannya, ujar Najam, program ini juga akan mendatangkan manfaat berupa meningkatnya penghasilan masyarakat. Jika industri minyak kayu putih, industri teh kelor dan lainnya tumbuh dan membesar, pelaku industri dan petani lokal di NTB akan memiliki sumber penghasilan yang memadai. “Dengan demikian, secara tidak langsung kita telah membuat para petani lebih berdaya secara ekonomi,” imbuhnya.

Najamuddin mencontohkan, di Kabupaten Lombok Utara, terdapat Kelompok Tani Hutan (KTH) Tunas Pade Tunaq dan Tenem dan 122 KTH lainnya yang mendapatkan manfaat dari masuknya komoditas minyak kayu putih dalam paket sembako JPS Gemilang. Dalam satu KTH minimal beranggotakan 15 orang. “Berarti ada sekitar 1.830 anggota KTH yang ikut merasakan manfaat ekonomi dari program ini,” ujarnya.

Ketika petani berdaya secara ekonomi, ujar Najam, maka pemenuhan pangan mereka secara tidak langsung juga akan lebih mudah terpenuhi. Dengan kata lain, JPS Gemilang juga akan berakhir pada muara yang sama, yaitu membuat masyarakat NTB mendapatkan kebutuhan hidupnya. Bedanya, memberikan pangan saja hanya akan memenuhi kebutuhan mereka sesaat.

“Lain cerita kalau kita mendorong mereka untuk memiliki dan menjadi bagian dari industri yang kuat. Maka hal itu akan mendatangkan manfaat dalam jangka waktu yang lebih lama,” ujar Najamuddin.

  • Penulis: Idrus Jalmonadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Berita Rekomendasi

  • Soal Wacana Hukuman Mati, OC Kaligis Ingatkan Jaksa Agung Perkara Ini

    Soal Wacana Hukuman Mati, OC Kaligis Ingatkan Jaksa Agung Perkara Ini

    • calendar_month Minggu, 21 Nov 2021
    • account_circle Adin
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – OC Kaligis menanggapi soal wacana penerapan hukuman mati terhadap pelaku tindak pidana kasus korupsi yang kembali diwacanakan oleh Jaksa Agung Burhanuddin. Menurut Advokat senior ini, jika Jaksa Agung ingin menegakkan hukum, lanjutkan terlebih dahulu perkara Novel Baswedan agar diadili berdasarkan putusan praperadilan Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu yang telah berkekuatan hukum tetap. “Bila […]

  • Ekosistem Haji RI Tertinggal

    Ekosistem Haji RI Tertinggal

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Di tengah polemik war tiket, Indonesia disebut mulai tertinggal dalam pengembangan ekosistem industri haji global. Arab Saudi telah meluncurkan platform digital terintegrasi Nusuk yang digunakan oleh 30 juta pengguna di 190 negara, memungkinkan individu mengurus visa, akomodasi, dan perencanaan ritual secara mandiri tanpa agen perjalanan. Peneliti INDEF Abdul Hakam Naja menyebut, beberapa negara […]

  • Bukan Rakyat yang Minta, Ini Dalang di Balik Wacana Pemakzulan

    Bukan Rakyat yang Minta, Ini Dalang di Balik Wacana Pemakzulan

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Wacana pemakzulan Presiden Prabowo yang ramai diperbincangkan publik disebut bukan murni aspirasi rakyat. Analis geopolitik Amir Hamzah dan mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu sama-sama menunjuk aktor-aktor di balik layar sebagai penggerak utama. Amir mengidentifikasi setidaknya tiga kelompok dengan agenda berbeda: yang ingin menjatuhkan Prabowo agar Gibran naik, yang ingin memakzulkan Gibran sembari […]

  • Indonesia Hadapi Potensi Krisis Fiskal, Bukan Sekadar Krisis Moneter

    Indonesia Hadapi Potensi Krisis Fiskal, Bukan Sekadar Krisis Moneter

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta- Ekonom CORE Indonesia Dipo Satria Ramli memperingatkan bahwa ancaman ekonomi yang akan dihadapi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan jauh lebih dalam dari sekadar pelemahan nilai tukar. Ia menyebut potensi krisis fiskal akibat tumpukan utang warisan pemerintahan sebelumnya yang kini jatuh tempo bersamaan. “Kalau 1998 itu krisis moneter, nilai tukar, hal-hal di luar […]

  • Batik Air dan Dream Tour Sepakati Layanan Penerbangan Umrah

    Batik Air dan Dream Tour Sepakati Layanan Penerbangan Umrah

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2019
    • account_circle Adin
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Tanggerang – Batik Air (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group akan memulai layanan penerbangan umroh perdana 2019-2020 atau 1441 Hijriah dari Indonesia dengan mengedepankan premium services airlines.

  • Hotel Luminor Siap Bangun Sinergi Bangkitkan Dunia Pariwisata

    Hotel Luminor Siap Bangun Sinergi Bangkitkan Dunia Pariwisata

    • calendar_month Minggu, 12 Des 2021
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – Fungsi hotel adalah sebagai penyedia jasa akomodasi atau penginapan untuk para wisatawan yang sedang atau hendak pergi ke suatu daerah. Tanpa hotel, kegiatan pariwisata tidak dapat berjalan dengan maksimal. Karena akomodasi merupakan salah satu faktor pendukung dalam kegiatan wisata.  Sektor pariwisata merupakan sektor yang dinilai paling parah terdampak pada masa pandemi COVID-19. […]

expand_less