Pasca Banjir Aceh Tamiang DPW BKNDI Aceh Bergerak Cepat Salurkan Bantuan

117

INAnews.co.id, Banda Aceh –  Banjir yang merendam Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh meluas hingga 11 kecamatan, Jumat (22/01/21). Saat ini ketinggian air banjir ada yang  mencapai 150 sentimeter dibeberapa titik.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Ilyas menyebutkan saat ini jumlah warga terdampak 10.043 jiwa, sementara pengungsi meningkat hingga mencapai 4.147 jiwa. Mereka mengungsi di masjid dan rumah saudaranya yang terbilang tidak terlalu parah tergenang banjir.

Sementara itu berdasarkan informasi BPBD Aceh Tamiang, Diwan Syahputra menjelaskan dalam pada awak media, bahwa banjir dikecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang banjir terjadi akibat jebolnya tanggul sungai dikarenakan derasnya aliran sungai yang meluap akibat tingginya curah hujan di hulu sungai tamiang.

Mensikapi atas musibah banjir ini DPW BKNDI Aceh melakukan gerakan cepat dengan memberikan  bantuan pada masyarakat terdampak banjir dengan menyalurkan Sembako berupa Beras,gula,Mie Instan dan Minyak Goreng serta sabun mandi, pada Senen. 25/01/21.

Penyerahan bantuan kemanusiaan langsung dipimpin oleh Bapak Drs, Paiman Pahlawan selaku Ketua DPW BKNDI Aceh. Bantuan langsung diterima oleh Ibu Kartini. S.pd. dan Bapak Syahri.SP sebagai Kepala pelaksana BPBD Aceh Tamiang.

Pada kesempatan itu Syahri.SP mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas kepedulian dan sikap cepat tanggap dari DPW BKNDI Aceh atas  musibah yang terjadi di Aceh Tamiang, dan berjanji akan menyalurkan bentuan tersebut pada masyarakat yang terdampak musibah banjir itu.

Atas musibah banjir yang kerap terjadi di Aceh Tamiang Drs. Paiman  mengharapkan kepada seluruh elemen pembangunan di Aceh Tamiang agar dapat kiranya meningkatkan potensi kinerja pembangunan fisik dan masyarakat, dengan memperhatikan mekanis kerja, standar teknis mutu dalam pencapaian kerja SOP.

Untuk Selanjutnya Paiman meminta pada Pemda Kabupaten Tamiang dapat membangun Irigasi untuk pencegahan banjir dan dapat digunakan untuk membantu petani sawah di daerah Tamiang sebagai pendukung program ketahanan pangan Nasional Indonesia serta tidak lagi mengharapkan semata mata dari sumur bor yang selama ini di gunakan.

” Usulan saya sebaiknya sungai Tamiang bisa diurai untuk dijadikan irigasi dipertengahan lubuk sidop atau aliran tertinggi, menjadi cabang anak sungai buatan atau irigasi dan irigasi tersebut bisa di muarakan kelaut kec bendahara & minyak payid. Maka Pada saat musim penghujan tiba, sungai buatan tersebut bisa menampung sebahagian air dari daerah ketinggian Aceh Tamiang bisa menuju ke anak sungai atau irigasi buatan sehingga Air dari gunung bisa terurai dan tidak menimbulkan banjir di pemukiman penduduk seperti saat ini”,Pungkas Paiman.

 

Baca Juga

Komentar Anda

Your email address will not be published.