News Feed
light_mode
Trending Tags

Tiga Organisasi Jurnalis Ini Kritisi Program Rumah Subsidi untuk Wartawan

  • account_circle Robi
  • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta– Pemerintah melalui kerja sama Kementerian Perumahan Rakyat dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berencana menyalurkan 1.000 rumah subsidi dan layak huni untuk jurnalis mulai 6 Mei 2025. Program ini kerja sama Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Kementerian Komunikasi dan Digital, BPS, Tapera dan BTN, dengan menggunakan skema FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan).

FLPP ini sebenarnya bisa diakses oleh siapa saja, warga negara yang memenuhi persyaratan. Persyaratan di antaranya belum memiliki rumah, penghasilan maksimal 7 juta (lajang) atau 8 juta (mereka yang berkeluarga). Bunganya ditetapkan 5% fix dan uang muka 1% dari harga rumah.

Meskipun Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan jurnalis, bukan alat politik atau upaya meredam kritik. Namun jurnalis mendapatkan keistimewaan atau jalur khusus untuk memperoleh program kredit rumah ini. Sementara program ini tidak ada hubungannya dengan tugas pers atau jurnalistik.

Memberi jalur khusus kepada jurnalis untuk mendapatkan program rumah bersubsidi, akan memberi kesan buruk pada profesi jurnalis, seolah patut diistimewakan. Sementara golongan profesi lain harus memperebutkan program rumah bersubsidi ini lewat jalur normal.

“Subsidi rumah mestinya bukan berdasarkan profesi tapi untuk warga yang membutuhkan dengan kategori penghasilan, apapun profesinya,” kata Reno Esnir, Ketua Umum PFI.

Sementara itu Ketua Umum AJI, Nany Afrida mengatakan, ”Jika jurnalis mendapatkan rumah dari Komdigi, tidak bisa dielakkan kesan publik bahwa jurnalis sudah tidak kritis lagi. Maka sebaiknya program ini dihentikan saja, biarlah teman-teman mendapatkan kredit lewat jalur normal seperti lewat Tapera atau bank.”

Jurnalis sebagai warga negara memang membutuhkan rumah. Namun tidak hanya jurnalis, melainkan semua warga negara apapun profesinya membutuhkan rumah. Karena itu persyaratan kredit rumah harus berlaku untuk semua warga negara tanpa harus membedakan profesinya.

“Pemerintah mesti fokus bagaimana persyaratan kredit rumah terjangkau semua lapisan masyarakat,” kata Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan. “IJTI mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas perhatian kepada jurnalis, tapi berharap pemerintah bisa membantu pers dengan berbagai regulasi yang bisa membangun ekosistem media dengan baik.”

Herik Kurniawan menyarankan Dewan Pers tidak perlu terlibat dalam program tersebut. Karena Dewan Pers mandatnya lebih fokus pada jurnalistik, sementara program rumah subsidi untuk jurnalis tidak terkait langsung dengan pers.

“Tidak perlu ada campur tangan Dewan Pers. Karena bukan mandat Dewan Pers untuk mengurusi perumahan,” kata Herik Kurniawan.

Karena itu AJI (Aliansi Jurnalis Independen), IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) dan PFI (Pewarta Foto Indonesia) menolak rencana program pemerintah memberikan kredit rumah bersubsidi bagi jurnalis. Jurnalis memang membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Sebaiknya para jurnalis memperoleh program kredit rumah bersubsidi lewat jalur normal, bersama-sama dengan warga negara yang lain.

Dan rumah adalah kebutuhan pokok yang juga menjadi tanggung jawab negara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Akan lebih baik jika pemerintah fokus pada pengadaan rumah yang terjangkau oleh warga negara dan target 3 juta rumah benar terpenuhi.

Jika pemerintah mau memperbaiki kesejahteraan jurnalis, seharusnya memastikan perusahaan media menjalankan UU Tenaga Kerja. “Termasuk memastikan upah minimum jurnalis, memperbaiki ekosistem media dan menghormati kerja-kerja jurnalis,” kata Nany Afrida.

JIka upah jurnalis sudah layak, maka kredit rumah dengan mudah dapat dipenuhi.

“Jurnalis termasuk fotografer, membutuhkan jaminan kebebasan dan keamanan ketika melakukan liputan,”kata Reno Esnir. Karena itu sebaiknya program pemerintah fokus pada jaminan keamanan saat jurnalis meliput.

*Sumber: Aliansi Jurnalis Independen (AJI)

  • Penulis: Robi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Baca Juga

  • Hipperpala kritisi paslon presiden, lebih penting isu SARA daripada lingkungan

    Hipperpala kritisi paslon presiden, lebih penting isu SARA daripada lingkungan

    • calendar_month Jumat, 23 Nov 2018
    • account_circle Helmi Romdhoni
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – Aktivis Yayasan Hipperpala Indonesia (Himpunan Persaudaraan Pemuda Pelajar Pecinta Alam – Indonesia) mengkritisi tentang tidak pedulinya para Capres dan Cawapres tentang isu lingkungan lokal maupun global yang harusnya menjadi nadir penting negara ini.

  • Jurnalis Metro TV Hilang di Perairan Pelabuhan Gita Dicari TNI AL

    Jurnalis Metro TV Hilang di Perairan Pelabuhan Gita Dicari TNI AL

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– TNI AL dalam hal ini prajurit Pangkalan TNI AL (Lanal) Ternate melaksanakan SAR terhadap jurnalis yang hilang di laut karena insiden Laka Laut meledaknya Kapal RIB 04 milk Basarnas di Perairan Pelabuhan Gita Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara. Dengan menurunkan KAL Tidore I-14-11, pada Hari Selasa, (04/02) personel Lanal Ternate di Pelabuhan […]

  • Isran Noor dan Hadi Mulyadi

    Survei Publicsensum: Elektabilitas Isran-Hadi Kalahkan Rudy-Seno dengan Telak

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle Syubhan Akib
    • 0Komentar

    Samarinda, INAnews – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor dan Hadi Mulyadi, masih menjadi pilihan utama masyarakat Kaltim. Berdasarkan survei terbaru yang dilakukan oleh Publicsensum Indonesia, elektabilitas pasangan petahana ini mengungguli pasangan Rudy Mas’ud dan Seno Aji. Dalam survei dengan pertanyaan, “Jika pemilihan langsung dilaksanakan hari ini, siapa yang Anda pilih?”, […]

  • Walikota Himbau Warga Mataram Laksanakan Salat Idul Fitri di Rumah

    Walikota Himbau Warga Mataram Laksanakan Salat Idul Fitri di Rumah

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2020
    • account_circle Idrus Jalmonadi
    • 1Komentar

    INAnews.co.id, Mataram – Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh mengimbau umat muslim di Ibu Kota Provinsi NTB itu untuk tidak melaksanakan salat Idul Fitri 1441 Hijriah secara berjamaah baik di Masjid, Musola maupun di lapangan terbuka. Melainkan untuk melaksanakan salat Idul Fitri bersama keluarga terdekat di rumah masing-masing. Himbauan itu untuk menindaklanjuti fatwa Majelis Ulama […]

  • Kemenhub Koordinasikan Langkah Antisipasi Mudik Lebaran Tahun Ini Dengan Satgas Covid-19

    Kemenhub Koordinasikan Langkah Antisipasi Mudik Lebaran Tahun Ini Dengan Satgas Covid-19

    • calendar_month Rabu, 17 Mar 2021
    • account_circle Alan Mustajab
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – Kementerian Perhubungan segera mengkoordinasikan langkah antisipasi Mudik Lebaran Tahun 2021 dengan Satgas Covid-19. Hal ini perlu dilakukan dalam rangka mencegah dan memutus penyebaran covid-19 yang masih melanda Indonesia. “Kemenhub tidak bisa melarang atau mengijinkan mudik, karena harus dikoordinasikan dengan Kementerian/Lembaga terkait dan Satgas Covid 19, yang nanti akan memberikan arahannya,” kata Menhub saat […]

  • CBA Gelar Diskusi Publik: Usut Tuntas Dugaan Suap Blueray Cargo

    CBA Gelar Diskusi Publik: Usut Tuntas Dugaan Suap Blueray Cargo

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Penanganan perkara dugaan suap impor yang melibatkan Blueray Cargo kembali menjadi sorotan publik. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejauh ini telah memproses sejumlah pihak dari lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta pihak swasta dari Blueray Cargo. Namun, sejumlah kalangan menilai pengungkapan perkara tersebut belum sepenuhnya menyentuh dugaan aliran dana kepada pihak-pihak lain […]

expand_less