News Feed
light_mode
Trending Tags

Realitas Politik di Indonesia: Kepalsuan dan Pragmatis

  • account_circle Robi
  • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta– Pengamat politik Adi Prayitno mengungkapkan kritik tajam terhadap realitas politik Indonesia yang sarat dengan praktik politik kepalsuan dan pragmatisme transaksional. Dalam sebuah pernyataan yang mengurai kompleksitas demokrasi Tanah Air, Adi menyoroti fenomena calon politisi yang gemar melontarkan gagasan besar saat kampanye, tetapi kemudian gagal mengimplementasikan janji-janji mereka setelah terpilih.

Adi mengakui mimpi politik Indonesia sebagai ruang publik yang penuh gagasan dan ide besar, namun mengingatkan bahwa realitas yang terjadi sangat berbeda. “Satu sisi kita berharap politik diwarnai gagasan, tapi faktanya banyak politisi lupa mewujudkan janji ketika sudah duduk di kursi kekuasaan,” ujarnya lewat akun YouTube-nya, kemarin, Rabu (16/7/2025).

Menanggapi pernyataan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang menyebut politik Indonesia sebagai “politik kepalsuan” yang justru disukai publik, Adi semakin mempertegas bahwa politik “gorong-gorong” tanpa gagasan merupakan bentuk nyata dari politik pencitraan. Menurutnya, politik seperti ini tidak menawarkan solusi substantif, melainkan hanyalah upaya mendapatkan simpati masyarakat melalui kehadiran fisik di lapangan dan bantuan sosial, tanpa visi yang jelas.

“Realitas politik kita hari ini adalah pemimpin yang sering turun ke masyarakat, bertemu dari satu gorong-gorong ke gorong-gorong lain, membawa bantuan, lebih mudah menang pemilu daripada yang punya gagasan besar tapi jarang turun,” tegas Adi. Ia menilai pola ini menjadi “jebakan” demokrasi di Indonesia yang harus segera diubah.

Kritik paling mendalam diarahkan pada partai politik yang selama ini menjadi kendaraan utama perebutan kekuasaan dalam sistem politik Indonesia. Menurut Adi, partai politik masih sangat rentan dengan praktik politik transaksional dan pragmatisme, yang mengesampingkan ideologi dan gagasan besar demi pencapaian materi dan kekuasaan.

“Kalau partai politik mau serius, mereka bisa menjadi garda terdepan untuk menghapus politik pragmatis dan transaksional, kemudian membangun politik berbasis gagasan dan ideologi,” katanya. Adi menekankan pentingnya kaderisasi pemimpin yang tidak hanya bermodalkan retorika tebal dan kunjungan simbolis, tetapi juga benar-benar memahami masalah rakyat di “gorong-gorong” yang selama ini diabaikan.

Namun, kondisi saat ini ia nilai masih jauh dari ideal. Perang gaya politik bertumpu pada citra dan distribusi materi dirasa jauh lebih efektif menggaet simpati masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah ke bawah yang selama ini menjadi mayoritas pemilih.

Adi menutup dengan harapan agar di masa depan muncul pemimpin yang “mampu mengawinkan” gagasan besar dengan kehadiran nyata di masyarakat—pemimpin yang tidak hanya piawai berretorika di menara gading, tapi juga paham betul dengan persoalan hidup riil rakyatnya.

Sebagai catatan kritis, pernyataan Adi Prayitno menimbulkan pertanyaan besar tentang kualitas demokrasi Indonesia; apakah politik benar-benar menjadi wahana pemecahan masalah dan perwujudan aspirasi rakyat, atau sekadar arena pencitraan yang sarat kepalsuan dan pragmatisme? Realitas ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi partai politik, elite, dan masyarakat pemilih agar negeri ini bisa meninggalkan era “politik gorong-gorong kosong” menuju politik gagasan yang substansial dan berintegritas.

  • Penulis: Robi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Baca Juga

  • Disnakertrans NTB Ajak Pengusaha Tertib WLKP Online. “Menuju IPK yang Lebih Baik”

    Disnakertrans NTB Ajak Pengusaha Tertib WLKP Online. “Menuju IPK yang Lebih Baik”

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2021
    • account_circle Idrus Jalmonadi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Mataram –Disnakertrans NTB mengajak para pengusaha untuk tertib menunaikan kewajiban untuk melaporkan Ketenagakerjaan perusahaan (WLKP). Terlebih saat ini sudah bisa dilakukan secara online. Pengusaha tidak perlu repot lagi mendatangi kantor depnaker, membawa banyak dokumen yang menyita banyak waktu dan biaya. Tapi cukup dengan mengakses situs http://wajiblapor.kemnaker.go.id, maka pelaporan WLKP dapat dilakukan dari rumah. “Sangat […]

  • MJL Letakan Batu Pertama, Pembangunan GPdI Elgibor Pinokalan

    MJL Letakan Batu Pertama, Pembangunan GPdI Elgibor Pinokalan

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2020
    • account_circle Resa R
    • 0Komentar

    INAnews.co.id Bitung– Pelantikan Gembala GPdI Elgibor sekaligus peletakan batu pertama gedung Gereja GPdI Elgibor Kelurahan Pinokalan Kecamatan Ranowulu dihadiri oleh Wali Kota Bitung Maximilian Jonas Lomban, bertempat di kompleks Gereja yang baru, Selasa 16 Juni 2020. Gembala yang dilantik adalah Pdt. Vecky Samuel Waworuntu STh, kegiatan diawali dengan Doa pembukaan oleh Pdt Decky Wauda STh […]

  • TokoMall Hadirkan Tampilan Baru, Permudah Akses dan Dorong Edukasi NFT di Masyarakat

    TokoMall Hadirkan Tampilan Baru, Permudah Akses dan Dorong Edukasi NFT di Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 13 Jan 2022
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – Non-fungible token (NFT) dan Metaverse semakin menjadi perbincangan saat ini. Banyak masyarakat yang tidak mau tertinggal tren mulai mendalami NFT dan metaverse, baik sebagai kreator dan kolektor. Jika kita melihat dari data pencarian keywords “NFT” di Google Trend Indonesia pada rentang waktu Januari 2021 – Januari 2022, terlihat kenaikannya hingga lebih dari 100%. […]

  • Mantan Kapolri hingga Mantan Ketua MK Duduk di Tim Reformasi

    Mantan Kapolri hingga Mantan Ketua MK Duduk di Tim Reformasi

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Tim Percepatan Reformasi Polri memiliki komposisi yang sangat kuat dengan kehadiran lima jenderal polisi mantan, termasuk para mantan Kapolri, serta tokoh-tokoh berpengalaman di bidang hukum dan pemerintahan. “Ada lima jenderal mantan dan bahkan Pak Kapolri sendiri ikut di dalam tim, sehingga antara tim ini dengan tim yang sudah dibentuk oleh Bapak Kapolri mudah-mudahan […]

  • Indonesia sebagai negara muslim terbesar didunia, memendam potensi fintech syariah yang besar. (Al Sattar)

    Filter Syariah Keunggulan Kompetitif atau Penghambat Fleksibilitas?

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Aturan konservatif dalam pasar modal syariah—seperti rasio utang maksimal 45 persen dan pendapatan non-halal di bawah 10 persen, justru menjadi keunggulan kompetitif, bukan pembatas. Menurut Nurhastuty, filter ini menyaring perusahaan-perusahaan berkinerja baik. “Terbukti dari riset global, indeks saham syariah di Indonesia dan global lebih unggul secara kinerja,” tegasnya dalam wawancara di kanal INDEF, […]

  • Memperkuat Ketahanan Ekonomi Melalui Kewajiban Penyimpanan DHE SDA

    Memperkuat Ketahanan Ekonomi Melalui Kewajiban Penyimpanan DHE SDA

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Selepas mendampingi Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia Pery Warjiyo memberikan keterangan pers lanjutan di Kantor Kemenko Perekonomian. “Kami menyampaikan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui kewajiban penyimpanan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) di dalam negeri. Kebijakan […]

expand_less