News Feed
light_mode
Trending Tags

Indofast: Kepercayaan, IoT, dan AI Ubah Smart City

  • account_circle Robi
  • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta– Di tengah hiruk pikuk persaingan teknologi yang mengandalkan iklan besar-besaran, sebuah perusahaan IT lokal membuktikan bahwa kepercayaan dan jaringan personal masih menjadi kunci sukses berbisnis. Indofast Digital, startup yang fokus pada Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI), mengklaim 90 persen kliennya datang melalui apa yang mereka sebut “the power of segelas kopi”.

“Kita punya prinsip the power of segelas kopi. Yaitu karena kita semua berdasarkan network, dari teman ke teman,” ungkap Dionisius A. Wibisono, Direktur Utama Indofast Digital, kepada media di Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Strategi sederhana namun efektif ini terbukti membawa perusahaan yang didirikan bersama Mira Namira tersebut menangani proyek-proyek besar, seperti pengerjaan ribuan tititk CCTV tetapi belum bisa mengungkapnya dengan terang.

Solusi Predictive Maintenance Hemat Miliaran

Berbeda dengan kompetitor yang menawarkan solusi terpisah-pisah, Indofast Digital menghadirkan sistem terintegrasi yang menggabungkan IoT dan AI untuk predictive maintenance. Teknologi ini memungkinkan perusahaan memprediksi kerusakan mesin sebelum terjadi.

“Misalnya udah 10 persen aja, si sensornya ngirim data: ‘Eh ini filternya perlu diganti.’ Jadi si pabrik bisa hemat cost, nggak harus tunggu rusak 100 persen,” jelas Mira Namira selaku Business Development perusahaan.

Dengan maintenance yang tepat waktu, umur mesin yang seharusnya habis dalam 5 tahun bisa bertahan hingga 10-15 tahun, menghemat biaya investasi peralatan baru yang mencapai miliaran rupiah.

CCTV Pintar: Bukan Sekadar Merekam

Proyek CCTV yang dikembangkan Indofast Digital jauh melampaui fungsi rekaman biasa. Sistem mereka mampu mendeteksi jumlah kendaraan, menghitung kerumunan massa, bahkan membaca plat nomor kendaraan.

“Plat nomor mobil itu nanti kebaca, nanti langsung ke-link database. Jadi kalau misalnya ada kecelakaan, real time kita tahu ini mobilnya siapa,” ungkap Mira.

Yang membedakan dari kompetitor adalah sistem sentralisasi. Jika sebelumnya setiap vendor menggunakan platform berbeda yang menyulitkan koordinasi, Indofast Digital menciptakan satu dashboard terpadu untuk memantau seluruh kamera di satu kota.

Bahkan, perusahaan ini tengah mengembangkan teknologi AI untuk mengidentifikasi ambulans dan otomatis mengubah lampu merah menjadi hijau—sebuah mimpi besar untuk smart city masa depan.

Parkir Tanpa Kartu, Cukup Plat Nomor

Inovasi terbaru yang dikembangkan adalah sistem parkir otomatis tanpa tap kartu. Saat kendaraan masuk, kamera langsung menangkap plat nomor, wajah pengemudi, dan karakteristik mobil. Plat nomor kemudian dijadikan ID unik yang mencatat waktu masuk-keluar.

“Nggak perlu tap-tapan kartu. Masuk, di-capture, jebret! Pelat nomor itu kami jadikan ID,” kata Dionisius.

Sistem ini bahkan bisa mengenali pola kunjungan. Jika ada kendaraan mencurigakan, security bisa langsung tahu karena data historis tersimpan lengkap.

Strategi Bisnis: Kepercayaan di Atas Harga

Dalam persaingan harga, Indofast Digital punya filosofi unik. Mereka menempatkan harga sebagai prioritas kedua setelah kepercayaan dan kualitas solusi.

“Harga itu nomor dua. Karena pertama kita sudah pegang networknya,” tegas Dionisius. “Yang dicari adalah kenyamanan.”

Perusahaan ini menawarkan solusi tailor-made yang dinamis, menyesuaikan dengan kebutuhan klien—baik pemerintah maupun swasta. Proses pengerjaan melibatkan beberapa tahap: penggalian kebutuhan, brainstorming, hingga pembuatan prototype sebelum disajikan ke klien.

Dari Mobile Developer hingga AI

Perjalanan Indofast Digital dimulai dari pengembangan aplikasi mobile sebelum bertransformasi ke IoT. Yang menarik, perusahaan ini mengklaim telah mengembangkan chatbot berbahasa Indonesia bahkan sebelum Meta AI diluncurkan.

“Sebelum Meta itu lahir, kita sudah menciptakan duluan. Bahkan versinya bahasa Indonesia,” ungkap Dionisius.

Kini, mereka tengah mengembangkan AI assistant untuk UMKM yang lebih terjangkau dan mudah digunakan, dengan proses training yang lebih cepat dibanding kompetitor.

Dengan kombinasi keahlian teknis, manpower IT yang solid, dan strategi bisnis berbasis kepercayaan, Indofast Digital membuktikan bahwa di era digital sekalipun, hubungan personal tetap menjadi fondasi bisnis yang kokoh. Atau seperti yang mereka sebut: the power of segelas kopi.

  • Penulis: Robi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Baca Juga

  • Rupiah Hari Ini, Rabu Menguat karena Optimisme Pasar

    Rupiah Hari Ini, Rabu Menguat karena Optimisme Pasar

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Nilai tukar Rupiah terpantau sedikit menguat terhadap Dolar Amerika Serikat pada perdagangan pagi ini, Rabu (23/7/2025). Berdasarkan data dari Bloomberg, Rupiah dibuka di level Rp16.325 per Dolar AS, menguat tipis dibandingkan penutupan kemarin di level Rp16.340. Hingga pukul 09.30 WIB, Rupiah bergerak di kisaran Rp16.315 – Rp16.330 per Dolar AS. Pergerakan ini menunjukkan […]

  • Pemerintah RI Menunggu Keputusan Arab Saudi Soal Ibadah Haji Umrah Era New Normal

    Pemerintah RI Menunggu Keputusan Arab Saudi Soal Ibadah Haji Umrah Era New Normal

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2020
    • account_circle Helmi Romdhoni
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – Indonesia Saudi Arabia Business Council (ISABC) adakan webinar bertajuk  “Haji dan Umrah di Masa New Normal”, pada Kamis 9 juli 2020.

  • Ramadan Fest 2024 Yang Digagas Komunitas Ruang Edit Jadi Upaya Perkuat Kreatifitas di Bulan Ramadan

    Ramadan Fest 2024 Yang Digagas Komunitas Ruang Edit Jadi Upaya Perkuat Kreatifitas di Bulan Ramadan

    • calendar_month Minggu, 24 Mar 2024
    • account_circle Imana Tahira
    • 0Komentar

    Jakarta, INAnews — Komunitas Ruang Edit regional Jabodetabek baru saja menggelar acara puncak dari rangkaian gelaran Ramadan Fest 2024 pada Sabtu (23/3/2024) di Balai Latihan Kesenian, Jakarta Pusat 

  • Tujuh Area Rentan Korupsi di Pemerintahan Daerah

    Tujuh Area Rentan Korupsi di Pemerintahan Daerah

    • calendar_month Rabu, 3 Feb 2021
    • account_circle Alan Mustajab
    • 0Komentar

      INAnews.co.id, Jakarta – Pemerintahan daerah memiliki peran penting dalam menentukan kebijakan yang bermanfaat bagi kesejahteraan rakyatnya. Namun diperlukan kehati-hatian dalam menyusun program dan mengambil keputusan, agar tak terjerumus ke dalam praktik korupsi. Sorotan ini dikemukakan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, pada Pelaksanaan Pra Musyawarah Nasional VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) […]

  • Industri Keuangan Adalah Benteng Kedaulatan Bangsa, Kata Presiden Prabowo

    Industri Keuangan Adalah Benteng Kedaulatan Bangsa, Kata Presiden Prabowo

    • calendar_month Senin, 2 Des 2024
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Kepala Negara menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada sektor keuangan adalah tanggung jawab besar karena merupakan bagian yang sangat vital dari kedaulatan bangsa. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pelaku industri keuangan merupakan garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Presiden mengingatkan para pelaku industri keuangan untuk menjalankan mandatnya dengan bijak, bertanggung jawab, […]

  • Negara Harus Hadir Agar Pesantren Kuasai AI dan Robotik, Bukan Hanya Retorika

    Negara Harus Hadir Agar Pesantren Kuasai AI dan Robotik, Bukan Hanya Retorika

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Pernyataan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang meminta pesantren membuka diri terhadap kemajuan teknologi kembali menuai kontroversi. Pengamat politik Adi Prayitno menilai, gagasan itu bagus namun membutuhkan komitmen serius pemerintah, bukan sekadar imbauan politik. “Jangankan bicara soal AI, guru yang ahli fisika, kimia, bahkan matematika saja sangat minim di pesantren. Apalagi yang canggih-canggih […]

expand_less