News Feed
light_mode
Trending Tags

Independensi BI Terancam, Ekonomi RI “Time Bomb”

  • account_circle Robi
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta- Ekonom senior Ferry Latuhihin kembali melontarkan kritik tajam terhadap sejumlah kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam video terbaru yang diunggah di kanal YouTube pribadinya pekan lalu. Dalam video berdurasi belasan menit itu, Ferry menyoroti tiga isu besar sekaligus: kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali terjadi, menguatnya nilai tukar rupiah yang ia sebut “aneh” di tengah pergantian pucuk pimpinan BI, hingga proyeksi pertumbuhan ekonomi pemerintah yang ia nilai tidak realistis.

Keracunan MBG Sidoarjo, Ferry: “Sudah Menjadi Lahan Korupsi”

Ferry mengawali analisisnya dengan menyoroti kasus keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo, Jawa Timur, yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Berdasarkan data resmi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, jumlah korban tercatat lebih dari 500 siswa, dengan puluhan di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit hingga beberapa hari setelah kejadian.

Bagi Ferry, insiden ini menambah daftar panjang persoalan program unggulan pemerintah tersebut. Ia mempertanyakan keputusan untuk tetap melanjutkan program MBG di tengah rentetan kasus keracunan dan kasus hukum yang menjerat pejabat Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya.

“Saya bingung, betul-betul bingung kenapa program makan beracun gratis ini tetap dipertahankan,” katanya.

Ferry juga mengoreksi penyebutan program tersebut sebagai “gratis”. Menurutnya, pembiayaan MBG berasal dari uang pajak masyarakat, bukan dana pribadi pemerintah, sehingga istilah “gratis” dianggapnya keliru. Ia mendesak agar program ini dievaluasi ulang dan anggarannya dipangkas signifikan dari rencana Rp240 triliun dalam draf RAPBN 2027, dengan alasan pemerintah cukup memprioritaskan daerah-daerah tertinggal dengan anggaran jauh lebih kecil.

Rupiah Menguat, Ferry Curigai Independensi BI di Bawah Destry Damayanti

Isu kedua yang disoroti Ferry adalah penguatan nilai tukar rupiah ke level sekitar Rp17.760 per dolar AS, yang menurutnya terjadi bertepatan dengan naiknya nama Destry Damayanti sebagai calon pengganti Gubernur BI Perry Warjiyo. Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah mengajukan Destry, yang saat ini menjabat Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI, sebagai calon tunggal Gubernur BI definitif ke DPR RI sejak pertengahan Agustus 2026, dan proses uji kelayakan di parlemen masih berjalan.

Ferry menilai penguatan rupiah tersebut janggal, terutama karena terjadi di tengah tren penguatan dolar AS secara global dan harga minyak dunia yang kembali merangkak naik. Ia menduga ada intervensi agresif dari BI untuk menjaga rupiah tetap stabil menjelang proses politik pemilihan gubernur baru.

“Ini pasti tangan BI, dan ini sangat mengkhawatirkan sekali,” ujarnya.

Ferry juga menyoroti pernyataan Destry yang disebutnya turut membahas stabilisasi harga cabai dan bawang, isu yang menurut Ferry berada di luar ranah kebijakan moneter bank sentral.

“Urusan apa harga cabai sama bawang dengan BI,” kritiknya, sembari menyebut sikap tersebut mengesankan sosok yang terlalu akomodatif terhadap pemerintah.

Ia mengingatkan bahwa independensi BI merupakan harga mati yang tidak boleh dikompromikan, terutama untuk menutup defisit anggaran pemerintah. Ferry turut mewanti-wanti soal posisi swap valuta asing BI yang ia perkirakan berada di kisaran 30-35 miliar dolar AS, ditambah intervensi pasar valas yang menurutnya sudah melampaui 26 miliar dolar AS sejak awal tahun. Jika cadangan devisa terus tergerus hingga di bawah 130 miliar dolar AS, kata Ferry, pasar berisiko mengalami serangan spekulatif terhadap rupiah.

“And this is a ticking time bomb,” tegasnya.

Harga Minyak Naik, The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga Tinggi

Ferry turut mengingatkan risiko dari sisi eksternal, yakni kenaikan harga minyak mentah dunia. Ia mencatat harga minyak Brent telah kembali menembus level di atas 95 dolar AS per barel, sementara WTI berada di atas 90 dolar AS, dengan potensi menuju level 100 dolar AS. Kondisi ini dinilai kontradiktif dengan penguatan rupiah, mengingat Indonesia masih bergantung pada impor minyak untuk kebutuhan domestik.

Dari sisi kebijakan moneter global, Ferry menyoroti tingginya inflasi di Amerika Serikat yang berada di level 3,6 persen, jauh dari target 2 persen. Ia menyebut sikap hawkish pimpinan baru bank sentral AS berpotensi membuat suku bunga acuan The Fed bertahan tinggi dalam jangka panjang, bahkan menurut sejumlah riset yang ia kutip, penurunan suku bunga baru mungkin terjadi pada 2028. Kondisi ini, kata Ferry, membuat ruang BI untuk menurunkan suku bunga acuan semakin sempit tanpa memicu pelemahan rupiah secara tajam.

Ferry juga menyinggung tekanan pada pasar obligasi pemerintah AS, termasuk lonjakan imbal hasil (yield) surat utang tenor panjang yang disebutnya sudah mendekati level tertinggi sejak krisis keuangan global 2008.

Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Dinilai Tidak Realistis

Terkait target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 6% pada tahun depan, Ferry menyatakan target tersebut mustahil tercapai di tengah ketidakpastian geopolitik global, khususnya ketegangan di Timur Tengah dan tingginya suku bunga dolar AS.

“Itu mimpi di siang bolong,” katanya, seraya menambahkan bahwa kondisi domestik maupun eksternal sama-sama tidak mendukung pencapaian target tersebut.

Sisi Analisis Saham: Ferry Nilai Telkom Sudah di Atas Harga Wajar

Di luar isu makroekonomi, Ferry turut memaparkan hasil analisis valuasi pribadinya terhadap dua saham blue chip, PT Telkom Indonesia (TLKM) dan PT Bank Mandiri (BMRI), yang banyak ditanyakan oleh pengikutnya.

Untuk Telkom, Ferry mengklaim estimasi nilai wajar sahamnya berada di kisaran Rp2.552, sementara harga pasar saat video dibuat sudah berada di Rp2.610, sedikit di atas estimasi nilai wajarnya. Atas dasar itu, ia menyatakan belum berani merekomendasikan pembelian saham Telkom saat ini.

Sementara untuk Bank Mandiri, dengan pendekatan residual income model, Ferry memperkirakan nilai fundamentalnya berada di Rp4.460. Namun dengan mempertimbangkan ketidakpastian ekonomi ke depan, ia menyarankan penerapan margin of safety sekitar 15-20 persen, sehingga harga beli yang ia anggap aman berada di kisaran Rp3.790.

Ferry menekankan pentingnya memahami metode valuasi saham sebelum mengambil keputusan investasi, alih-alih hanya mengikuti tren pasar yang sedang bullish.

  • Penulis: Robi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Berita Rekomendasi

  • Vespa Keluarkan 7 Warna Baru untuk Pengalaman Berkendara Penuh Gaya di  Tahun 2021

    Vespa Keluarkan 7 Warna Baru untuk Pengalaman Berkendara Penuh Gaya di Tahun 2021

    • calendar_month Selasa, 11 Mei 2021
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – Vespa, sebuah brand skuter legendaris dunia yang mewakili bahwa hidup penuh warna bagi penggemarnya sejak tahun 1946, dengan tampilan ikonik yang klasik, terus mengembangkan dirinya di industri gaya hidup dan otomotif melalui teknologi, desain dan image penuh gaya. Sekarang, Vespa kembali menghadirkan nuansa fashion dan style melalui sederet koleksi warna baru yang akan […]

  • Menkeu: pertumbuhan ekonomi harus diimbangi infrastruktur

    Menkeu: pertumbuhan ekonomi harus diimbangi infrastruktur

    • calendar_month Jumat, 21 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati  menjelaskan apabila ekonomi terus tumbuh namun tidak diikuti dengan pembangunan infrastruktur yang memadai, maka di satu titik itu akan menimbulkan beban tambahan seperti biaya pengeluaran perusahaan. 

  • Kukuhkan Pengurus Percasi Kec Ciputat Periode 2023- 2027, Ketua Ator Martoyo: Bina Talenta Catur, Raih Prestasi

    Kukuhkan Pengurus Percasi Kec Ciputat Periode 2023- 2027, Ketua Ator Martoyo: Bina Talenta Catur, Raih Prestasi

    • calendar_month Minggu, 30 Jul 2023
    • account_circle Redaksi Tangray
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Tangerang Selatan – Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kota Tangerang Selatan Bapak Ator Martoyo, SE, AAAIK, WN,PNP mengukuhkan kepengurusan “Percasi Kecamatan Ciputat”, periode 2023 – 2027 yang digelar di Lapangan Merak, Vila Dago Tol (VDT) RT.06/20, Kel Serua, Kec Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (29/07/2023). Hal ini dilaksanakan bersamaan pelaksanan pembukaan turnamen dalam rangka […]

  • IHSG Hari Ini Melemah

    IHSG Hari Ini Melemah

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa (3/6/2025), menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Setelah sempat dibuka melemah di awal perdagangan, IHSG mampu rebound tipis dan bergerak dalam rentang yang ketat, mencerminkan sentimen pasar yang masih penuh kehati-hatian. Menurut data yang dihimpun dari berbagai sumber terpercaya, IHSG pada pembukaan perdagangan pagi ini […]

  • Penjelasan Kapuspen TNI soal Penugasan Personel di Kejaksaan

    Penjelasan Kapuspen TNI soal Penugasan Personel di Kejaksaan

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi mengatakan bahwa Surat telegram tersebut merupakan bagian dari kerja sama pengamanan yang bersifat rutin dan preventif, sebagaimana yang juga telah berjalan sebelumnya. “Perbantuan TNI kepada Kejaksaan tersebut merupakan bagian dari kerja sama resmi antara Tentara Nasional Indonesia dan Kejaksaan RI yang tertuang dalam […]

  • Wapres RI Maaruf Amin Resmikan Rumah Sakit Mata Achmad Wardi di Serang

    Wapres RI Maaruf Amin Resmikan Rumah Sakit Mata Achmad Wardi di Serang

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2020
    • account_circle Helmi Romdhoni
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – Wakil Presiden KH Maruf Amin meresmikan Pusat Retina dan Glaukomo di Rumah Sakit Mata (RSM) Achmad Wardi, Serang, Banten, Rabu (21/10).

expand_less