Kredit Korporasi Melejit, UMKM Nyaris Stagnan
- account_circle Robi
- calendar_month 5 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: dok. INDEF
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta- Ekonom senior INDEF Aviliani, yang memandu sesi pertama Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026, secara tajam mempertanyakan ketimpangan penyaluran kredit perbankan di hadapan tiga otoritas sektor keuangan sekaligus: Bank Indonesia, OJK, dan LPS.
“Intermediasinya cukup besar ya… memang pada korporasi yang cukup mendominasi di dalam hal tersebut, memang target untuk UKM kan tidak bisa dicapai, dan itu bukan sekadar hanya sistem keuangannya, tapi ini lebih pada ke sektorialnya,” kata Aviliani, Kamis (3/9/2026).
Ia juga menyoroti besarnya mandat baru yang diemban regulator pascapengesahan UU P2SK, dari pengawasan aset kripto hingga bursa komoditas, sembari mengingatkan bahwa stabilitas sistem keuangan kini harus berjalan beriringan dengan target pertumbuhan ekonomi. “Sejauh mana sebenarnya dengan P2SK, tugas baru apalagi OJK, tugas barunya banyak. Ternyata tidak hanya menjaga stabilitas tapi juga sekarang akan mendapat beban baru,” ujarnya.
Di sesi penutup diskusi likuiditas, Aviliani menyimpulkan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan semestinya tidak dipertentangkan. “Sektor keuangan itu kan follow the business… demand site yang harus difokuskan ke depan supaya memang mesin pertumbuhan yang kita lihat masih punya potensi sangat besar itu bisa dijalankan,” katanya.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar