Target Tumbuh Ekonomi 8 Persen, Realisasi Baru 4,8 Persen
- account_circle Robi
- calendar_month 11 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: dok. detik
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta– Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan besarnya kesenjangan antara ambisi pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dengan realita rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam lima tahun terakhir yang stagnan di kisaran 4,8 persen.
“Kalau kita lihat target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo, menurut saya ini sangat ambisius… ternyata dari tahun 2021 sampai dengan 2025 rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya berkisar 4,8 persen,” ujarnya dalam sambutan pembuka Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026, Kamis (3/9/2026).
Esther juga menyoroti timpangnya intermediasi perbankan, di mana pertumbuhan kredit korporasi mencapai 20,45 persen sementara kredit UMKM hanya tumbuh 1,1 persen. “Artinya apa? Bahwa intermediasi perbankan belum mencakup seluruh skala usaha, terutama di UMKM,” katanya.
Ia turut mendorong konsep renewable energy zone yang memadukan kawasan ekonomi khusus dengan kawasan energi terbarukan agar suplai dan permintaan energi bersih dapat saling bertemu. “Riset INDEF itu menyebutkan bahwa ternyata kita perlu yang namanya renewable energy zone dan itu harus matching, harus kawin dengan kawasan ekonomi khusus,” ujarnya, sembari menutup sambutan dengan pantun tentang ketahanan ekonomi nasional.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar