ESDM Janjikan Hemat Rp74 Triliun dari 100 GW PLTS
- account_circle Robi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: dok. bisnis
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta- Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis, Jisman P. Hutajulu, memaparkan proyeksi ambisius program 100 gigawatt Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS): potensi penghematan Rp74 triliun per tahun dan penciptaan 5,5 juta lapangan kerja. Namun payung hukum dan skema pembiayaannya masih dalam proses finalisasi.
“Dengan program PLT 100 GW PIK ini maka kita akan memperoleh penghematan 74 triliun per tahun… kemudian ada lapangan kerja hampir 5,5 juta,” ujar Jisman dalam sesi keempat Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026, Kamis (3/9/2026).
Ia menjelaskan pembangunan akan dinaungi Peraturan Presiden baru yang masih difinalisasi, dengan PLN tetap berperan sebagai offtaker tunggal. “Nanti akan terlihat, dan antara bisa membantu misalnya pembiayaan, kemudian pemda akan menyediakan lahannya,” katanya, sembari mengakui kelemahan intermitensi PLTS harus diatasi dengan penyimpanan baterai berskala besar (BESS).
Saat ditanya soal konsistensi kebijakan yang kerap berubah, mengacu pada nasib RUPTL dan proyek Just Energy Transition Partnership (JETP) yang meredup, Jisman tidak menjawab detail, hanya menegaskan pihaknya akan tetap merujuk pada RUPTL 2025-2034 yang mengalokasikan 61 persen tambahan pembangkit dari energi baru terbarukan. “Kalau di RUPTL kita yang sudah kita launching tahun lalu… EBT-nya itu 61 persen,” katanya.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar