INDEF: Ambisi 100 GW PLTS Butuh Empat Fondasi Insentif
- account_circle Robi
- calendar_month 14 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: dok. bisnis.com
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta- Direktur Kolaborasi Internasional INDEF, Imaduddin Abdullah, mengingatkan agenda pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt tidak akan otomatis mendongkrak ekonomi tanpa insentif yang tepat sasaran, sekalipun program itu punya potensi menjadi mesin pertumbuhan baru.
“Kami melihat bahwa memang transisi energi ini kita tidak lagi berbicara hanya sebatas agenda lingkungan, tapi juga berbicara bagaimana ini bisa menopang ekonomi terutama mencapai target pertumbuhan 8 persen,” katanya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026, Kamis (3/9/2026).
Menurut kajian INDEF, dibutuhkan empat transformasi sekaligus: permintaan listrik yang bankable, kesiapan infrastruktur dan rantai pasok, pembiayaan investasi, serta kapabilitas tenaga kerja dan pemerintah daerah. “Insentif PLTS misalnya ini berpotensi menghasilkan multiplier ekonomi yang lebih tinggi kalau insentif itu relatif umum untuk sektor ketenagalistrikan,” ujarnya.
Ia menegaskan tantangan sesungguhnya bukan sekadar mengejar target fisik pembangkit. “Tantangan 100 GW ini tidak hanya sekedar membangun 100 GW… yang paling krusial adalah bagaimana memanfaatkan program yang sangat strategis ini untuk mobilisasi investasi, menciptakan permintaan, menggerakkan manufaktur, dan memperdalam rantai nilai domestik,” katanya.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar