News Feed
light_mode
Trending Tags

Ketum DDII Sebut Kasus Pemberitaan Trans7 Bawa Pesantren Bentuk “Penzaliman”

  • account_circle Robi
  • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INAnews.co.id, Jakarta– Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Ustaz Adian Husaini menyebut kasus pemberitaan Trans7 tentang Pesantren Lirboyo sebagai bentuk “penzaliman” terhadap lembaga pendidikan Islam tersebut. Pernyataan ini disampaikan melalui kanal YouTube pribadinya yang diunggah Rabu (22/10/2025).

Dalam video berdurasi sekitar 12 menit itu, Adian mengkritisi cara media menyoroti kelemahan pesantren tanpa memahami konteks dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam tradisi pendidikan pesantren.

“Ini kasus penzaliman menurut saya terhadap Pesantren Lirboyo oleh Trans7,” ujar Adian membuka videonya.

Persoalan Etika dan Adab

Adian, yang mengaku sebagai alumni pesantren tradisional, menekankan pentingnya adab dalam menyikapi kelemahan lembaga pendidikan Islam. Menurutnya, meski tidak ada lembaga yang sempurna, mengekspose kesalahan pesantren di media bukanlah cara yang tepat.

“Kalau ada kelemahan, ya sebagai sesama muslim ini kan saya bicara sebagai sama muslim ya, apalagi via media. Enggak ada lembaga yang sempurna, enggak ada manusia yang sempurna,” katanya.

Ia membandingkan sikap terhadap pesantren dengan sikap terhadap orang tua sendiri. “Saya punya orang tua. Saya tahu orang tua saya banyak kelemahan, banyak salah. Tapi saya punya guru. Kalau Pak Kiai saya itu punya keliru, punya salah, ya kan ini adab kami, adab santri. Apakah saya orang tua saya salah saja ekspos? Saya tutupi kelemahannya,” ungkapnya.

Perspektif Berbeda dalam Menilai Pesantren

Adian mengingatkan bahwa setiap tindakan bisa dinilai dari sudut pandang yang berbeda. Apa yang dianggap salah oleh pihak luar, bisa jadi memiliki konteks dan pemahaman tersendiri dalam tradisi pesantren.

“Satu tindakan yang kita hakimi, kita vonis itu salah, kita vonis itu keliru, feodal dan sebagainya. Itu kan dalam sudut pandang mungkin sudut pandang kita, tapi dari pihak pesantren dia punya sudut pandang sendiri,” jelasnya.

Ia juga mempertanyakan reaksi santri dan orang tua santri. “Yang paling gampang kan begini, apakah orang-orang itu protes? Apakah orang tuanya protes?”

Pengalaman Pribadi sebagai Santri

Berbagi pengalaman pribadinya, Adian menceritakan kondisi pesantren di masa mudanya yang jauh dari standar kenyamanan modern. Ia tidur di emperan, mandi di kolam bersama-sama, bahkan mengalami kudis.

“Saya bilang ke orang tua saya, ke ibu saya, ‘Loh gimana nih pesantren kok begini menderita segala macam.’ Ibu saya jawabannya juga unik, ‘Pokoknya kamu semakin menderita itu semakin sukses katanya,'” kenang Adian.

Ia juga mengungkapkan bahwa anaknya sendiri pernah ditampar senior hingga gendang telinganya pecah, namun tidak dilaporkan karena khawatir pelaku diusir dari pesantren. “Saya bawa ke dokter aja. Itu musibah. Karena saya tahu dalam tradisi pesantren begini,” ujarnya.

Tanggung Jawab Media dan Introspeksi

Adian mengajak para pelaku media untuk lebih berhati-hati dalam memberitakan pesantren. Ia menekankan pentingnya prinsip tabayyun (klarifikasi) dan check and recheck sebelum menyiarkan informasi.

“Kita sebagai jurnalis itu kan cek and recheck. Betul enggak ini? Latar belakangnya apa? Apalagi sama saudara muslim kita. Menutupi, kalau ada kelemahan kita tutupi,” tegasnya.

Ia berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, terutama di era di mana setiap orang bisa menjadi produser konten. “Kita semua ini sekarang produser, kita suka nge-share, kita suka membuat konten, kita beritakan, kita siarkan. Kita tanggung jawab.”

Trans7 Telah Meminta Maaf

Adian menyebutkan bahwa Trans7 telah mengakui kesalahan dan meminta maaf, bahkan pejabat stasiun televisi tersebut telah mendatangi Pesantren Lirboyo. “Pimpinan tertingginya nanti juga akan silaturahmi ke Pesantren Lirboyo,” katanya.

Tantangan Pesantren di Era Modern

Mengakhiri paparannya, Adian menyoroti tantangan berat yang dihadapi dunia pesantren di era keterbukaan saat ini. Ia menceritakan pengalamannya sendiri ketika ada orang tua santri yang keberatan anaknya diminta kerja bakti ngecor tanpa alat pelindung.

“Memang tantangan kita, dunia pesantren di era keterbukaan sekarang ini sangat berat. Hal-hal yang dulu kita di pesantren biasa terjadi, dulu enggak apa-apa, sekarang harus menyesuaikan diri,” akunya.

Meski demikian, Adian tetap optimis bahwa pesantren adalah lembaga pendidikan yang paling berpeluang mengaplikasikan konsep pendidikan nasional sesuai Pasal 31 ayat 3 UUD 1945, yakni melahirkan generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

“Lembaga mana yang bisa mendidik itu dengan baik? Pesantren berpeluang. Sekarang tinggal kita di pesantren ini diuji oleh Allah,” pungkasnya.

Adian berharap kasus ini segera selesai menjelang peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh dua hari setelah video tersebut diunggah, sehingga pesantren-pesantren di Indonesia bisa kembali berkonsentrasi pada misi pendidikan mereka.

  • Penulis: Robi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Berita Rekomendasi

  • Big Bang Jakarta 2018, targetkan transaksi Rp.1 triliyun

    Big Bang Jakarta 2018, targetkan transaksi Rp.1 triliyun

    • calendar_month Jumat, 21 Des 2018
    • account_circle Helmi Romdhoni
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta –  Pelaksanaan event akhir tahun Big Bang Jakarta 2018, memasuki persiapan acara dan hampir rampung 100%

  • Pj Gubernur DKJ Keluarkan Pergub Izin Poligami bagi ASN

    Pj Gubernur DKJ Keluarkan Pergub Izin Poligami bagi ASN

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Penjabat (Pj) Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Teguh Setyabudi, mengeluarkan aturan terkait izin berpoligami bagi ASN di lingkungan Pemprov DKJ. Aturan yang dikeluarkan itu dalam Pergub Nomor 2 Tahun 2025 Tentang Tata Cara Pemberian Izin Perkawinan dan Perceraian, yang dikeluarkan pada tanggal 6 Januari 2025. Penerbitan Pergub Nomor 2 Tahun 2025 ada di […]

  • Pemerintah Akan Menanggung Biaya Perawatan Korban Virus Corona

    Pemerintah Akan Menanggung Biaya Perawatan Korban Virus Corona

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2020
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – Dengan semakin meluasnya negara yang terkonfirmasi positif novel coronavirus (2019-nCoV), Kejadian wabah virus ini menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat, yaitu apakah biaya pengobatan bagi pasien positif nCoV akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Menanggapi hal ini, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan bahwa masyarakat agar tetap tenang, pasalnya Kementerian Kesehatan telah menyiapkan anggaran untuk […]

  • Bluebird dan Mitsubishi UFG  Finance Resmikan Balai Lelang kendaraan terbesar

    Bluebird dan Mitsubishi UFG Finance Resmikan Balai Lelang kendaraan terbesar

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2019
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta – PT Bluebird Tbk. bersama Mitsubishi UFG and Finance Co Ltd serta PT Takari Kokoh Sejahtera melaksanakan peresmian pengoperasian PT Balai Lelang Caready – yang merupakan salah satu balai lelang kendaraan terbesar di Indonesia. Peresmian dilaksanakan oleh Direktur Utama PT Bluebird Tbk., Noni Purnomo dan Mr. Takatoshi Haruna,  Managing Executive Office PT. Mitsubishi […]

  • Presiden Korsel Ditangkap atas Kasus Darurat Militer

    Presiden Korsel Ditangkap atas Kasus Darurat Militer

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Robi
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta– Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-Yeol ditangkap atas kasus darurat militer tahun lalu. Ia ditangkap pada hari ini, Rabu, 15 Januari 2025. Penangkapan Yoon usai ratusan penyidik antikorupsi dan polisi menggerebek kediamannya. Dan ini sekaligus mengakhiri kebuntuan selama berminggu-minggu. Penangkapan Yoon itu adalah upaya kedua. Upaya pelaksanaan surat penangkapan pertama pada tanggal 3 […]

  • BNI Syariah Sosialisasikan Produk dan Layanan Perbankan Syariah ke Pegawai PT PP (Persero) Tbk

    BNI Syariah Sosialisasikan Produk dan Layanan Perbankan Syariah ke Pegawai PT PP (Persero) Tbk

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2020
    • account_circle S Edy
    • 0Komentar

    INAnews.co.id, Jakarta-BNI Syariah menggelar webinar bekerja sama dengan PT Pembangunan Perumahan Tbk. Webinar ini membahas mengenai sosialisasi produk serta layanan perbankan syariah khususnya produk pembiayaan konsumer.  Pada kesempatan ini, BNI Syariah memperkenalkan seluruh produk konsumer diantaranya BNI Griya iB Hasanah; BNI Fleksi iB Hasanah; BNI Fleksi Umrah iB Hasanah; BNI Oto iB Hasanah; dan BNI […]

expand_less