Purbaya Bantah Penerimaan Lemah
- account_circle Robi
- calendar_month 17 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Purbaya/tangkapan layar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah keras tema diskusi “penerimaan lemah, belanja megah” yang diangkat panitia, dengan menyebut penerimaan pajak justru tumbuh hampir 30 persen hingga Juli 2026 tanpa kenaikan tarif maupun pajak baru.
“Kan kalau kita lihat tax collection kita sampai dengan akhir Juli tahun ini tumbuhnya hampir 30 persen dibanding tahun lalu… Judulnya harus dibalik,” tegas Purbaya dalam sesi kedua Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026, Kamis (3/9/2026).
Ia mengklaim lonjakan penerimaan berasal dari perombakan internal Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai, termasuk memutasi pejabat yang dianggap bermasalah. “Terus mungkin tiga orang saya rumahkan, itu memberi pesan ke pegawai pajak bahwa kita serius memperbaiki kualitas pengumpulan pajak,” ujarnya, seraya menyebut sistem Coretax turut mendongkrak penerimaan 30-40 persen.
Purbaya juga memastikan tidak akan ada tax amnesty selama ia menjabat. “Saya kan pernah bilang selama saya jadi Menteri Keuangan enggak ada tax amnesty,” katanya. Ia menegaskan defisit fiskal akan dijaga di bawah 3 persen “at all cost,” meski subsidi energi membengkak akibat harga minyak dunia yang sempat diproyeksikan menembus 100 dolar AS per barel imbas konflik geopolitik. “Salah satu negara paling tenang di dunia,” klaimnya soal ketahanan fiskal RI.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar